Anak-anak merupakan individu yang masih sangat membutuhkan bantuan dari orang dewasa di sekitarnya — mulai dari berpakaian, makan, hingga merapikan mainan. Namun, anak tidak akan selalu berada di bawah pengawasan langsung orang dewasa, terutama ketika mereka bermain bersama teman atau belajar di sekolah. Oleh karena itu, kemampuan kemandirian perlu dikembangkan sejak dini agar anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, tangguh, dan tidak bergantung pada orang lain ketika dewasa nanti.
Kemandirian pada anak berbeda dengan kemandirian orang dewasa. Bagi anak usia dini, kemandirian berarti kemampuan untuk melakukan aktivitas dasar sehari-hari sesuai kebutuhan pribadi, seperti memakai baju, makan sendiri, atau merapikan mainan (Rolina, 2023). Kemandirian tidak muncul dengan sendirinya, tetapi berkembang melalui stimulasi yang diberikan oleh lingkungan, terutama melalui kegiatan yang memberi kesempatan anak untuk berlatih dan mengambil keputusan sendiri.
Salah satu pendekatan yang efektif untuk menumbuhkan kemandirian anak usia dini adalah metode Montessori.
Menurut Triyaki et al. (2021), metode Montessori menekankan konsep kemandirian dan pengambilan keputusan. Lingkungan belajar disiapkan agar anak dapat memusatkan perhatian, memilih aktivitas secara mandiri, dan mempraktikkan keterampilan dasar kehidupan sehari-hari. Montessori membantu anak belajar melalui pengalaman langsung — bukan sekadar instruksi — dengan menekankan kegiatan nyata yang relevan dengan kehidupan mereka.
Beberapa contoh kegiatan praktis yang sering digunakan dalam pendekatan Montessori antara lain:
- Mencuci piring atau gelas setelah digunakan
- Mengancingkan baju sendiri
- Menuang air ke gelas atau botol
- Menyendok makanan ke piring
- Merapikan alat tulis atau mainan setelah digunakan (Lillard, 2020; Wartiningtyas, 2024)
Penerapan di Sekolah Molome Dalome
Di Sekolah Molome Dalome, kegiatan Montessori diintegrasikan dalam rutinitas harian anak sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman. Setiap area kelas — mulai dari ruang sensorial, area practical life, hingga area art & creativity — disusun sedemikian rupa agar anak dapat memilih aktivitas sendiri, bekerja secara mandiri, dan bertanggung jawab terhadap hasilnya.
Contoh penerapan kegiatan Montessori di Molome Dalome antara lain:
- Saat waktu makan, anak-anak mengambil piring dan sendok sendiri, menuang air, serta membersihkan meja setelah selesai makan.
- Pada waktu bermain, anak diberi kebebasan untuk memilih permainan yang mereka sukai dan bertanggung jawab mengembalikannya ke tempat semula.
- Di area practical life, anak berlatih kegiatan seperti menggulung matras, menyapu lantai, menata alat makan, atau merawat tanaman kecil di kelas.
- Selama kegiatan seni, anak mencampur warna, menggunakan alat dengan hati-hati, dan membersihkan area kerja mereka sendiri.
Guru berperan sebagai fasilitator dan pengamat, bukan sebagai pusat pembelajaran. Anak diberikan ruang untuk mencoba, berbuat salah, dan memperbaiki sendiri dengan bimbingan yang lembut. Pendekatan ini membantu anak-anak Molome Dalome menjadi lebih tenang, percaya diri, dan bertanggung jawab terhadap aktivitas mereka di sekolah maupun di rumah.
Manfaat bagi Anak Molome Dalome
Penerapan kegiatan Montessori di Molome Dalome menunjukkan banyak manfaat nyata bagi perkembangan anak, antara lain:
- Meningkatkan kemandirian: Anak belajar menyelesaikan tugas pribadi tanpa menunggu bantuan.
- Melatih koordinasi dan motorik halus: Aktivitas seperti menuang air atau mengancing baju memperkuat keterampilan fisik yang menunjang kesiapan akademik.
- Menumbuhkan kesabaran dan fokus: Kegiatan dilakukan perlahan dan berulang, melatih konsentrasi anak.
- Menanamkan tanggung jawab: Anak memahami bahwa setiap aktivitas memiliki awal dan akhir yang perlu diselesaikan.
- Mendorong rasa percaya diri: Keberhasilan melakukan sesuatu sendiri menumbuhkan perasaan bangga dan keyakinan diri.
Kegiatan Montessori di Molome Dalome menjadi media efektif untuk menumbuhkan kemandirian anak usia dini. Melalui aktivitas praktis sehari-hari yang dilakukan secara mandiri dan rutin, anak-anak belajar mengambil keputusan, mengembangkan ketekunan, serta bertanggung jawab atas kebutuhan dan tindakan mereka sendiri.
Dengan lingkungan yang mendukung dan guru yang berperan sebagai pembimbing, anak-anak Molome Dalome tidak hanya belajar “melakukan” tetapi juga belajar menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, dan percaya diri sejak usia dini.
Referensi:
https://doi.org/10.1080/03004430.2021.1928107
https://doi.org/10.2991/978-2-494069-35-0_53
https://doi.org/10.1080/03004430.2020.1832998

Leave a comment