Bahan yang diperlukan:
- Tray atau wadah besar
- Tepung terigu dalam jumlah banyak
- Gambar berukuran kecil (misalnya bagian tubuh, warna, hewan, atau benda)
Cara bermain:
- Cetak gambar sesuai kebutuhan pembelajaran anak.
- Masukkan tepung ke dalam wadah besar.
- Sembunyikan gambar di dalam tepung.
- Ajak anak mencari gambar yang diminta menggunakan kedua tangan.
- Setelah menemukan, minta anak menyebutkan kembali nama gambar tersebut.
Catatan: Aktivitas ini aman dan menyenangkan, tetapi tetap perlu didampingi oleh orang tua agar anak lebih aman sekaligus mendapatkan arahan belajar yang optimal.
Mengapa Bermain Tepung Bermanfaat?
Bermain tepung bukan hanya kegiatan bermain, tetapi juga bentuk stimulasi sensori yang kaya manfaat. Menurut teori perkembangan Piaget, anak usia 2–7 tahun berada pada tahap praoperasional. Pada tahap ini, mereka belajar paling baik melalui eksplorasi langsung dan pengalaman konkret. Dengan bermain tepung, anak tidak hanya menggunakan pancaindra, tetapi juga melatih kemampuan berpikir simbolik ketika mereka menghubungkan gambar dengan maknanya.
Selain itu, menurut pendekatan pembelajaran sensori (Montessori), stimulasi indra peraba membantu anak membangun pemahaman awal tentang dunia sekitarnya dan mendukung keterampilan hidup sehari-hari.
Manfaat Bermain Tepung
- Pengembangan Sensorik
Anak belajar merasakan berbagai tekstur—tepung halus, kasar, kering, atau basah—sehingga indra peraba mereka semakin peka. Aktivitas ini juga mendukung integrasi sensori yang penting untuk regulasi emosi dan perilaku. - Pengembangan Motorik Halus
Saat anak menggenggam, meremas, atau mengaduk tepung, otot tangan dan jari mereka terlatih. Aktivitas ini juga meningkatkan koordinasi mata dan tangan, keterampilan yang penting untuk menulis, menggambar, dan aktivitas sekolah lainnya. - Pengembangan Emosi dan Sosial
Bermain tepung memberi ruang bagi anak mengekspresikan emosi. Meremas adonan dapat membantu melepas rasa frustrasi, sedangkan keberhasilan menemukan gambar menumbuhkan rasa percaya diri. Jika dimainkan bersama teman, anak juga belajar berbagi giliran dan bekerjasama. - Meningkatkan Konsentrasi dan Fokus
Kegiatan sederhana seperti mencari gambar dalam tepung membuat anak tenggelam dalam proses eksplorasi. Ini melatih mereka untuk fokus pada satu aktivitas, keterampilan penting yang dibutuhkan dalam proses belajar di sekolah. - Merangsang Imajinasi dan Kreativitas
Anak dapat mengembangkan kreativitas dengan membentuk adonan atau menciptakan permainan baru dari tepung. Hal ini sejalan dengan pandangan Vygotsky tentang pentingnya permainan imajinatif untuk perkembangan kognitif anak.
Kegiatan “Mencari Gambar pada Tepung” bukan sekadar permainan sederhana, tetapi sarana pembelajaran yang menyenangkan dan penuh manfaat. Melalui pengalaman langsung, anak belajar mengenali bentuk, gambar, dan konsep sambil mengasah keterampilan sensorik, motorik, emosional, dan sosial.
Dengan bimbingan orang tua, kegiatan ini dapat menjadi momen bermain sekaligus belajar yang bermakna, membangun rasa percaya diri, serta memperkuat ikatan antara anak dan orang tua.

Leave a comment