Pretend Play pada Anak Usia Dini, Apa Manfaatnya?

Pretend play atau permainan berpura-pura salah satu cara dalam mengimplementasikan pembelajaran di kelas bersama anak-anak. Anak-anak sangat menyukai dan tertarik jika sedang melakukan permainan berpura-pura ini. Menurut Vygotsky (1967), pretend play memiliki karakteristik seperti bermain peran, mengikuti serangkaian aturan yang sesuai peran tertentu yang diperankan, dan menggunakan tema-tema yang melekat pada diri anak-anak.  

Aktivitas pretend play membantu dalam perkembangan anak, baik secara fisik, sosial, intelektual, sosial, dan emosional. Selain itu, pretend play memberikan pengalaman yang membantu anak untuk lebih mengenal dunia sekitarnya. 

Lalu, apa saja manfaat dari pretend play

  1. Manfaat dalam perkembangan bahasa

→ Dalam permainan pura-pura, objek atau gerak tubuh digunakan oleh anak-anak. Selain itu, anak bisa menyebutkan kata-kata atau bahasa yang disebutkan oleh guru atau orang tua, lalu mereka bisa ikut menirukan kata-kata yang disebutkan. Menurut Miller dan Almon (2009) permainan pura-pura dan bahasa memiliki sifat yang sama yaitu sama-sama memiliki makna simbolik sehingga di dalam permainan pura-pura yang dilakukan oleh anak, tentu akan membantu perkembangan bahasa anak nantinya. 

  1. Manfaat perkembangan emosi dan sosial.

Pretend play yang dilakukan oleh anak-anak tentu memiliki tema yang berkaitan dengan dunia anak. Misalnya, melakukan pretend play menjadi seorang dokter, maka anak akan diminta untuk berkomunikasi dengan seorang teman yang berperan menjadi pasien. Oleh karena itu, kegiatan ini membangun sosialisasi anak dengan temannya atau orang lain. Selain itu, emosi juga terlibat di dalamnya dengan melihat kepatuhan anak dalam mengikuti aturan permainan pura-pura ini. 

  1. Manfaat perkembangan kognitif

→ Perkembangan kognitif yang dimaksud ialah anak akan diminta untuk berpikir dan belajar. Semakin kompleks pretend play yang dilakukan anak, maka akan semakin kompleks juga proses berpikir dan belajar pada diri anak. Misalnya: ketika anak menjadi seorang polisi dan temannya menjadi seorang pencuri.

Nah, orang tua juga dapat mengajak anak melakukan kegiatan pretend play ini di rumah. Proses bermain dan belajar akan menambah kepercayaan diri anak di lingkungannya. Selamat bermain dengan anak! 

Referensi:

Arjina, A. (2024). Manfaat Pretend Play dalam Optimalisasi Perkembangan Anak Usia Dini.  URL: https://klikpsikolog.com/manfaat/pretend-play-dalam-optimalisasi-perkembangan-anak-usia-dini/

Ha Anh, Tu (2022). Pretend Play and Early Language Development – Relationships and Impacts: A Comprehensive Literature Review. Journal of Education. 202 (1). Hlm. 122-130

Leave a comment