Setiap orang tua tentu menginginkan anak menjadi sosok yang memiliki kemandirian. Kemandirian merupakan suatu sikap yang diperoleh secara kumulatif melalui proses yang dialami seseorang dalam perkembangannya, dimana dalam proses perkembangannya individu belajar untuk menghadapi berbagai situasi dalam lingkungan sosialnya sampai individu tersebut mampu mengambil keputusan yang tepat dalam mengatasi setiap situasi (Sa’diyah, 2017).
Menurut Erikson dalam teorinya mengenai tahapan perkembangan psikososial dikemukakan bahwa anak usia 1-3 tahun sudah masuk ke dalam tahapan perkembangan otonomi yang dimana anak sudah merasa memiliki otonomi untuk melakukan berbagai hal sendiri. Dalam melakukan berbagai hal sendiri, anak perlu memiliki rasa keberanian dan rasa percaya diri. Anak yang sudah berani tampil dan berbaur dengan lingkungan sosialnya, tentunya anak tersebut harus dilatih kemandiriannya. Kemandirian dapat dilatih sejak usia dini oleh orang tua dengan memberikan beberapa kesempatan kepada anak untuk melakukan beberapa kegiatan sendiri. Beberapa contoh kegiatan yang dapat melatih kemandirian anak seperti memilih pakaian sendiri, buang air kecil sendiri, mengambil barang yang diinginkan sendiri, menaruh barang ke loker sendiri, dan lain-lain.
Selain itu beberapa contoh kegiatan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk melatih kemandirian anak sejak dini, antara lain:
- Orang tua harus memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan sendiri hal-hal yang dirasa sudah cukup bisa anak lakukan. Misalnya, ketika di usia toddler anak sudah bisa mengambil minum sendiri di atas meja atau anak sudah bisa mengambil barang-barang yang ringan miliknya tanpa harus dibantu.
- Orang tua harus menciptakan lingkungan yang aman untuk anak mampu mencoba. Keamanan perlu dibuat agar keselamatan anak tetap terjaga ketika anak melakukan kegiatan yang mengarah kepada kemandirian. Misalnya ketika anak mau mencuci piringnya sendiri, orang tua harus memastikan bahwa lingkungan sekitarnya tidak licin agar anak tidak jatuh atau terpeleset.
- Berikan penguatan positif kepada anak. Misalnya, orang tua harus mengapresiasi anak atas hasil usahanya maupun anak belum sesuai dalam melakukannya. Orang tua harus mengajarkan kepada anak bahwa proses belajar jauh lebih penting dibandingkan hasilnya.
Melalui penjelasan mengenai cara yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk melatih kemandirian anak, orang tua tidak boleh mengabaikan tanda-tanda kemandirian pada anak dan orang tua yang masih melayani kebutuhan anak akan membuat anak muncul sikap ragu-ragu dan takut salah untuk melakukan berbagai hal di kehidupannya.
Referensi:
Sa’diyah, R. (2017). Pentingnya Melatih Kemandirian Anak. Jurnal Kordinat. (16) 1.
Fadila, S. N. (2023). Melatih Kemandirian pada Anak Sejak Dini di Rumah. PAUDPEDIA. URL: https://paudpedia.kemdikbud.go.id/galeri-ceria/ruang-artikel/melatih-kemandirian-pada-anak-sejak-dini-di-rumah?ref=MTQ2OC00MmZjNzFmOA==&ix=NDctNGJkMWM0YjQ

Leave a comment