Screen Time adalah jumlah waktu yang dihabiskan untuk menonton atau berinteraksi dengan media digital di layar termasuk ponsel, tablet, komputer, game dan TV. Di era saat ini, screen time menjadi kekhawatiran terbesar orang tua terhadap anak. World Health Organization (WHO) sudah menetapkan panduan mengenai screen time pada anak. Berikut aturan yang diberikan oleh WHO:
- Bayi (dibawah 1 tahun), tidak direkomendasikan untuk melakukan screen time dikarenakan tidak terdapat manfaat yang diberikan kepada bayi.
- Dibawah 2 tahun, tidak direkomendasikan untuk melihat layar atau melakukan screen time.
- Usia 2-5 tahun, hanya dianjurkan dengan batasan waktu kurang dari 1 jam dan di bawah pengawasan orang tua.
- Usia 6 tahun ke atas, penggunaan perangkat elektronik/melakukan screen time harus sesuai dengan usia dan diharapkan orang tua tetap mengawasi dalam menggunakan perangkat elektronik tersebut. Selain itu, orang tua harus memastikan bahwa perangkat/gawai tidak mengganggu aktivitas fisik, tidur, waktu bersama keluarga, atau sekolah.
Perlu diketahui oleh orang tua bahwa panduan screen time yang dibuat oleh WHO dapat membantu orang tua agar anak tidak terkena dampak negatif dari screen time. Berikut beberapa dampak negatif yang dapat terjadi pada anak dari screen time yang berlebihan, antara lain:
- Masalah tidur pada bayi/anak
- Gangguan kesehatan fisik
- Gangguan dalam memusatkan perhatian atau fokus
- Kurang terstimulasi untuk berbicara
- Terpapar konten berisi pornografi dan kekerasan
- Menghabiskan lebih sedikit waktu di luar atau kurang interaksi
Namun, apakah screen time selalu buruk bagi anak-anak? Screen time bagi anak-anak tidak selamanya buruk asalkan sesuai dengan beberapa faktor seperti kualitas konten, lama waktu yang dihabiskan, tingkat keterlibatan anak (pasif/ aktif), dan kehadiran orang lain untukdapat berinteraksi dengan ketika sedang screen time. Adapun dampak positif dari screen time bagi anak:
- Dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk belajar dan terlibat dengan konsep-konsep baru
- Dapat mengembangkan kosa kata anak-anak dan memodelkan kata-kata baru.
- Dapat membantu dan mendukung pembelajaran di sekolah.
- Dapat meningkatkan koordinasi, keterampilan motorik halus, dan kerja sama tim antar anak.
- Dapat menjadi media komunikasi dan kreativitas anak.
Selain itu, orang tua perlu menerapkan beberapa pedoman dasar mengenai penggunaan perangkat elektronik seperti gawai, layar TV dan lain sebagainya untuk anak.Dengan adanya pedoman ini, orangtua dapat membatasi dan mengawasi anak dalam menggunakan gawai. Adapun pedoman dasar yang dapat diterapkan oleh orang tua adalah sebagai berikut:
- Tidak ada screen time selama waktu makan, mendekati jam tidur, dan satu jam setelah bangun tidur di pagi hari.
- Orang tua disarankan untuk menetapkan batasan, menjelaskan alasan dibaliknya, dan tetap konsisten
- Orang tua harus mengatur kontrol anak dan membatasi waktu pemakaian gadget.
- Anak perlu belajar mengatasi kebosanan dengan cara melakukan aktivitas-aktivitas yang membantu dirinya berkembang dan bukan melulu berpaling pada gawai..
Nah parents! Yuk, lebih diperhatikan lagi mengenai durasi dalam menatap layar untuk anak-anak agar tidak terkena dampak buruk dengan cara menerapkan pedoman dasar untuk anak.
Referensi:
OhioHealth. (2017). How to Limit Screen Time for Your Family. URL: https://blog.ohiohealth.com/screen-time-for-kids/
Stephens, C. (2022). Screen Time for Kids: Guidelines, Boundary Setting, and Educational Recommendations. URL: https://www.healthline.com/health/parenting/screen-time-for-kids

Leave a comment