Fase oral adalah salah satu tahap perkembangan bayi yang berkaitan dengan kemampuan oromotor si bayi atau otot-otot pada rongga mulut. Fase oral dalam ilmu psikologi, dicetuskan oleh Sigmund Freud dalam teorinya psikoanalisis. Pusat yang diperhatikan pada fase oral ini adalah bagian mulut dimana bayi sudah mulai menghisap, menggigit, hingga menelan. Lalu, mengapa fase ini menjadi periode yang penting? Faktor-faktor yang menjadi alasan mengapa periode ini penting, antara lain:
- Aktivitas menyusu yang dilakukan oleh bayi sejak lahir merupakan fase oral yang membantu bayi merasa kebutuhannya terpenuhi. Melalui fase ini, akan terbangun ikatan antara ibu dan bayi.
- Ketika bayi sudah merasa kenyang, hangat, dan nyaman maka bayi akan mengembangkan rasa percaya dirinya terhadap lingkungan dan orang-orang disekitarnya.
- Melalui fase oral ini, bayi akan merasakan sensasi berbeda dari rasa, tekstur, dan suhu dari suatu makanan atau benda yang dimasukkan ke dalam mulutnya. Hal ini juga membantu perkembangan motorik dan sensoriknya.
- Tangisan dari suara dan isyarat mulut membantu bayi berkomunikasi dengan dengan lingkungannya.
Fase oral pada bayi, terjadi sejak lahir hingga usianya 18 bulan. Tanda-tanda bayi sedang berada di fase oral dapat dilihat secara langsung dengan melihat ciri-ciri fase oral pada bayi, seperti:
- Menghisap jempol
- Memasukkan benda ke mulut dan menggigit benda yang ada disekitarnya
- Kesenangan saat makan, terlihat dari cara mengunyah dan menelan
- Respon terhadap tekstur dan rasa
Pada fase oral ini, orang tua dapat memberikan sensori kepada bayi dengan beberapa aktivitas yang membantu bayi merasakan berbagai rasa dan tekstur. Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan oleh orang tua, antara lain:
- Berikan makanan dengan tekstur keras seperti wortel, apel, lobak, dan lain-lain.
- Berikan makanan dengan tekstur kenyal seperti agar-agar, seledri, buah kering, dan lain-lain.
- Berikan makanan dengan tekstur renyah/ xcrunchy seperti kacang, cereal, biskuit, dan lain-lain
- Berikan minum menggunakan sedotan yang berkelok-kelok/ berbentuk
- Berikan minum dengan cairan yang kental melalui sedotan seperti jus buah, puding susu, dan lain-lain
- Berikan bayi buah-buah dengan berbagai rasa (jeruk, pepaya, apel, dan lain-lain)
- Tiup gelembung di dalam air menggunakan sedotan
- Meminta bayi untuk mencoba tiup lilin
- Meminta bayi untuk mencoba tiup balon
Yuk, dicoba ya parents!
Referensi:
Baby Empire. (2023). Fase Oral: Periode Penting dalam Perkembangan Anak. URL: https://babyempire.id/fase-oral-artbe/
GriffinOT. (2019). Oral Sensory Seeking – Why is My Child Still Putting Things in Their Mouth? URL: https://www.griffinot.com/child-oral-sensory-seeking/
Robson, D. (2023). Oral Motor Sensory Activities for Kids. URL:https://www.andnextcomesl.com/2015/06/oral-motor-activities-for-kids-printable.html

Leave a comment