Pada usia 2-3 tahun, seorang anak memiliki rasa keingintahuan yg tinggi. Mulai dari yang awalnya belum dapat berjalan hingga dapat jalan bahkan lari, mulai dari belum dapat berbicara hingga sudah dapat mengucapkan beberapa kata. Dengan melihat perkembangan anak yang signifikan tersebut, maka akan lebih baik lagi jika diberikan kegiatan ataupun sebuah kebiasaan yang sederhana. Salah satu kebiasaan yang dapat diberikan adalah menjaga kebersihan diri sendiri dan di sekitar anak. Sebelum ditanamkan menjadi kebiasaan, seorang anak harus diberikan pengertian mengenai bagaimana cara hidup bersih.
Lingkungan disekitar anak sangat mempengaruhi kebersihan seorang anak. Oleh karena itu, pola hidup bersih harus diajarkan di rumah terlebih dahulu. Seperti membiasakan cuci tangan, mandi 2 kali dalam sehari, sikat gigi secara teratur dan melakukan clean up setelah selesai bermain. Jika di rumah sudah dibiasakan dengan kegiatan untuk pola hidup bersih, maka lingkungan kedua yang harus mendukung anak untuk mempertahankan pola hidup ini adalah sekolah. Di sekolah anak juga harus diajak untuk hidup bersih. Adapun kegiatan yang biasa dilakukan di sekolah adalah membuang sampah pada tempatnya, mencuci tangan, dan membersihkan kelas yg kotor.
Pada gambar diatas terdapat gambar anak yang sedang membersihkan meja. Kegiatan membersihkan meja ini tidak hanya mengajarkan anak untuk menjaga kebersihan tetapi juga melatih fokus anak. Anak akan fokus membersihkan titik dimana terdapat kotoran. Selain itu anak kegiatan ini juga berfungsi melatih kekuatan otot tangan dan jari jemari anak. Karena anak akan mengeluarkan tenaga untuk menggosok bagian yang kotor. Kesabaran anak juga akan terlatih karena ketika anak membersihkan meja dengan mengeluarkan tenaga namun tidak bersih, maka anak akan langsung berusaha lebih keras.

Leave a comment