Merangkak merupakan proses belajar yang menyenangkan untuk anak dapat berpindah tempat dan mulai menjelajahi lingkungan sekitarnya. Umumnya bayi dapat merangkak sekitar usia 7-10 bulan sebelum mulai belajar berdiri dan berjalan pada usia 11-12 bulan. Namun, masing-masing anak memiliki cara tersendiri untuk bergerak dan berpindah tempat. Ada yang bergerak dengan menggunakan bokong (atau yang sering kita sebut sebagai ngesot), ada juga yang berguling. Ada anak yang lebih suka merayap, yaitu bergerak maju dalam posisi tengkurap dengan bagian dada dan perutnya tetap menyentuh permukaan lantai. Ada pula beberapa anak yang perkembangan motoriknya diawali dengan duduk, lalu merangkak. Akan tetapi terdapat anak yang merangkak terlebih dahulu, setelah itu duduk. Sekali lagi, semua perbedaan cara bergerak ini masih terhitung wajar jika anak menunjukkan keterampilan orientasi dan mobilitas yang semakin baik.
Ketika anak tidak menunjukkan tanda kesiapan untuk merangkak, ada beberapa penyebab yang harus diperhatikan. Terdapat kemungkinan bahwa keadaan fisik anak yang tidak memungkinkan untuk merangkak. Namun ada beberapa cara untuk menstimulasi anak agar merangkak. Kegiatan ini juga dapat dilakukan di rumah.
Lakukan ini dirumah untuk membantu anak siap merangkak:
- Saat sedang bermain, posisikan anak dalam posisi tengkurap selama beberapa saat di alas tidur atau di atas tubuh Mom. Cara ini bermanfaat untuk menguatkan otot-ototnya, agar ia lebih siap merangkak.
- Berikan ruang yang nyaman bagi anak untuk bermain atau menjelajah.
- Rangsang anak untuk merangkak dengan cara meletakkan mainan yang ia sukai lebih jauh dari jangkauannya.
- Contohkan cara merangkak di lantai.
- Ikut tengkurap di depan anak, kemudian panggil anak untuk menghampiri.

Leave a comment