Bermain Puzzle Sejak Usia Toddler

Puzzle adalah salah satu media permainan anak yang biasanya terbuat dari bahan kayu ataupun plastik. Permainan ini mampu membuat otak anak bekerja dengan baik dan membuat anak menjadi lebih fokus saat sedang bermain puzzle.

Saat anak usia 2-4 tahun anak memiliki otak seperti sponge yang dimana anak mudah menyerap informasi atau hal baru yang baru saja mereka lihat ataupun mereka dengar. Salah satu permainan yang dapat membantu anak untuk mendapatkan informasi tersebut adalah puzzle. Tidak hanya untuk otak saja namun puzzle ini juga sangat bermanfaat untuk koordinasi mata dan tangan anak. Namun puzzle yang diberikan harus menyesuaikan dengan kemampuan anak.

Berikut manfaat puzzle bagi anak saat usia dini:

  1. Melatih konsentrasi anak 

Ketika anak yang sedang bermain puzzle, anak pasti memiliki keinginan untuk menyelesaikan puzzle tersebut dengan sempurna. Oleh karena itu, anak akan berkonsentrasi untuk memusatkan fokusnya dalam menyelesaikan puzzle.

  1. Melatih motorik halus anak 

Saat anak mencoba mengambil atau menggenggam sepotong gambar dari puzzle untuk menyusunnya, hal ini dapat melatih otot jari-jari anak untuk lebih kuat. 

  1. Melatih koordinasi antara mata dan tangan

Saat anak melihat beberapa potongan puzzle maka anak akan memilih potongan yang tepat untuk  disusun menjadi sebuah gambar atau bagian yang utuh. Hal ini dapat melatih koordinasi mata dan tangannya dengan baik. 

  1. Melatih daya ingat anak

Sebelum bagian puzzle di pisahkan menjadi potongan-potongan, beri kesempatan anak untuk melihat puzzle tersebut dengan utuh untuk diingat oleh anak sebelum menyusunnya. Hal tersebut dapat melatih daya ingat anak dengan baik. 

  1. Belajar memecahkan masalah 

Pada kesempatan saat bermain puzzle ini anak dilatih untuk menyelesaikan potongan-potongan seperti semula dengan benar. Hal ini sama dengan melatih anak untuk menyelesaikan masalah dengan baik. 

Leave a comment