Perkembangan Sosial dan Emosional Anak Prasekolah

Anak usia prasekolah cenderung memiliki gejolak emosi yang kuat. Perasaan bersemangat, bahagia, bingung, kecewa, sedih, silih berganti dengan sangat cepat. Tantangannya adalah anak harus mulai belajar bagaimana mengendalikan perasaan dan perilaku mereka. Biasanya, mereka akan bertindak sesuai dengan perasaan yang muncul pada saat itu tanpa berpikir terlebih dahulu.

Pada masa ini, orang tua harus aktif membangun komunikasi interaktif dengan si kecil. Mommy & Daddy bisa menggunakan komunikasi interaktif ini untuk mengeksplorasi dan memperkenalkan perbuatan yang benar dan yang salah, yang baik dan tidak baik, sehingga perkembangan moral anak juga terasah.

Hal ini tidak hanya menumbuhkan perkembangan emosional dan moral tetapi juga perkembangan kognitif. Memberikan stimulasi dengan cara banyak bertanya pada anak prasekolah akan membuat si kecil berpikir, mengembangkan kosakata dan menyatakan pendapatnya.

***

Leave a comment